Categories
Artikel

Seri Ceramah Tarawih 4: Kejujuran Nabi Shallallahu ’alaihi Wasallam

Oleh:

Muhammad Ali, SH

Kejujuran Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam segala aspek; dalam diamnya, bicaranya, menegur, marah selalu jujur. Senyumnya, tangisnya jujur, bahkan kejujuran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sampai pada persoalan isyarat mata.

Ketika awal ramadhan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan akan menyeru:

بَاغِىَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِىَ الشَّرِّ أَقْصِرْ

‘Wahai Pencari kebaikan sambutlah, wahai Pencari kejelekan berhentilah…

Tidak terasa kita sudah di malam yang ke-4 di Bulan Ramadhan, dan waktu akan berlalu. Sehingga melalui kesempatan ini, kita saling mengingatkan untuk memanfaatkan kesempatan demi kesempatan, jangan nanti di 10 malam terakhir. Waktu ini sangat mahal, kita bisa melihat waktu 3 hari yang telah berjalan. Orang yang cerdas selalu melihat kesempatan-kesempatan yang Allah berikan kepadanya.

Salah satu definisi yang disebutkan para ulama kita adalah tentang kecerdasan ini adalah memanfaatkan waktu yang ada. Tidak sedikit dari kita yang diuji dengan buah hatinya, ada yang sakit dan lain sebagainya.

Ramadhan kali ini kita mencoba membahas Murabbinya (guru) para sahabat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Mungkin kita mengatakan bahwa kita ini bukan nabi, ini konsep yang keliru dan bertentangan dengan apa yang disampaikan para ulama. Dalam sebuah syair disebutkan:

Inllam Takuunu Mislahum Fatasyabbahu Inna Tasyabbbuha Bikiroomi Falaakhu.

Artinya: “Jika kamu tidak bisa persis seperti mereka, mirip-miriplah seperti mereka. Karena mirip dengan orang yang mulia, adalah satu keberuntungan yang sangat besar”.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung (Qs. Al-Qalam: 4)

Kita berusaha mentadabburi ayat-ayat ini melalui point-point yang disebutkan oleh penulis dalam buku ini. Pembahasan kita tentang kejujuran, berbicara tentang kejujuran maka Agama kita adalah Agama yang sangat memotivasi terkait dengan ini.

Kejujuran Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam segala aspek; dalam diamnya, bicaranya, menegur, marah selalu jujur. Senyumnya, tangisnya jujur, bahkan kejujuran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sampai pada persoalan isyarat mata.

Dalam sebuah tawaran perang, para sahabat bertanya kepada beliau:

Ya Rasulullah mengapa Anda tidak memberikan isyarat dengan kedua mata Anda kepada kami agar kami membunuhnya, yaitu terhadap tawanan perang yang dimaksud disini. Kemudian beliau menjawab sesungguhnya tidak patut seorang Nabi mempunyai penghianatan mata.

Kita mengenal dalam sejarah bahwa pemikiran beliau diakui orang-orang Arab sehingga digelari Assadiqul Amin, itulah kenapa Khadijah tertarik dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Berikut beberapa penuturan musuh-musuh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang mengakui kejujuran dan amanah beliau, diantaranya:

  1. Al-Akhdhar bin Haris

Pernah berkhutbah, wahai pembesar quraisy demi Allah saat ini Anda menghadapi sebuah perkara yang dimana kalian tidak punya jalan keluar dari urusan itu. Sebelum ini, Muhammad adalah anak muda yang paling kalian ridhoi, paling jujur perkataannya dan paling besar amanahnya. Setelah nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam membawa wahyu maka kalian mengatakan bahwa dia tukang sihir.

  1. Abdullah bin Salam

Ketika Rasulullah datang ke Madinah, orang-orang berbondong-bondong mendatangi beliau. Aku ikut bersama orang-orang untuk melihat langsung beliau, aku meneliti wajah beliau maka aku pun yakin bahwa beliau bukan pembual/pendusta.

  1. Heraklius

Ketika datang pedagang Arab ke Roma, beliau bertanya tentang keadaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka dipanggillah Abu Sufyan yang saat itu belum masuk Islam, kemudian beliau ditanya: apakah sebelum beliau menjadi Nabi, dia adalah orang yang pernah berdusta?. Abu Sufyan tidak bisa menolak, dia menjawab dengan jujur tentang apa yang beliau lihat dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Heraklius berkata kalau  dihadapan manusia dia jujur, maka tidak mungkin dia akan dusta terkait dengan apa-apa yang disampaikan Allah Subhanahu wata’ala.

 

Mamuju, 04 Ramadhan 1440 H

Ditulis oleh: Abu Muadz Ashriady

Categories
Artikel

Seri Ceramah Tarawih 3: Akhlak Nabi terhadap RabbNya

Oleh:

Muhammad Yamin Shaleh, SH., MAP

Bagaimana cara kita berakhlak kepada orang lain. “Orang yang paling baik adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain” kata Rasulullah. Muslim yang baik adalah ia yang selamat saudaranya sesama muslim dari lisan dan tangannya”. Bahkan pada binatang sekalipun kita harus berakhlak, misalnya saat kita ingin menyembelih maka pisaunya harus ditajamkan agar hewan sembelihannya tidak lama merasakan sakit.

Salah satu sifat ibadah Ramadhan adalah ibadah itu dilakukan dengan berjamaah, baik di awal sampai di akhir sampai memasuki 1 Syawal. Maka salah satu cara diantara upaya-upaya yang kita lakukan, untuk bisa memaksimalkan ibadah di Bulan Ramadhan adalah dengan berada dalam kondisi atau lingkungan yang senantiasa membersamai kita dalam melakukan ketaatan kepada Allah. Mengkondisikan diri bersama dengan orang-orang yang selalu bersemangat beribadah. Alhamdulillah tempat ini memfasilitasi kita bisa melaksanakan semua itu.

Diantara salah satu kesyukuran kita adalah ketika Allah Subhanahu wata’ala memberikan di sekeliling kita orang-orang yang gemar beribadah. Menyemangati kita bukan hanya dengan kata-kata akan tetapi dengan perbuatan, cukup dengan satu ibadah yang ia lakukan, itu bisa menjadi menjadi vitamin di dalam hati kita. Menjadikan semangat dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wata’ala. Di dunia ia memberi manfaat, terlebih di akhirat nanti, Insya Allah.

Hasan Al- Bashri berkata,

استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة

”Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari kiamat” (Ma’alimut Tanzil 4/268)

Semoga kebersamaan kita ini bisa memberi manfaat di dunia dan akhirat antara yang satu dengan yang lain.

Melanjutkan pembahasan tentang buku yang telah dibahas sebelumnya yaitu manusia teragung sepanjang masa yaitu nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Ini adalah satu diantara perkara yang kita harus saling ingat mengingatkan, menjadikan Rasulullah sebagai qudwah, sebagai teladan, karena inilah bukti kecintaan kita yang hakiki kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah wahai Muhammad: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu” (QS. Ali ‘Imran: 31).

Sehingga cinta kita kepada Allah dapat dilihat dengan bagaimana kita ittoba’ kepada Rasulullah dari segala sisi. Inilah ukuran, bukti cinta kita kepada Allah Subahanahu wata’ala.

Saat kita berbicara tentang akhlak, maka ini cakupannya luas. Salah ketika kita menganggap bahwa akhlak itu hanya pada bagaimana kita bergaul dengan orang lain. Kata Rasulullah: Sesungguhnya aku tidaklah diutus kecuali menyempurnakan akhlak yang baik.

Pernah suatu ketika seorang sahabat bertanya kepada Aisyah tentang bagaimana akhlak Rasulullah, maka Aisyah mengatakan akhlak Rasulullah adalah Al Qur’an. Ibnu Katsir rahimahullahu ta’ala menyebutkan bahwa maksudnya adalah Rasulullah mejadikan Al Qur’an sebagai tabiatnya, sebagai perangainya. Apa yang datang dari Al Qur’an berupa perintah ia lakukan dan apa yang dilarang ia tinggalkan.

Akhlak itu adalah bagaimana kita menerapkan nilai-nilai kebaikan yang datang dari Rasulullah. Baik itu kaitannya dengan diri, kepada Allah, kepada orang lain dan apapun itu. Salah satu akhlak pada diri adalah menjaga diri kita dari semua keburukan jasmani dan rohani termasuk bagaimana menjadikan diri kita sehat.

Bagaimana cara kita berakhlak kepada orang lain. “Orang yang paling baik adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain” kata Rasulullah. Muslim yang baik adalah ia yang selamat saudaranya sesama muslim dari lisan dan tangannya”. Bahkan pada binatang sekalipun kita harus berakhlak, misalnya saat kita ingin menyembelih maka pisaunya harus ditajamkan agar hewan sembelihannya tidak lama merasakan sakit.

Dari Abu Umamah al-Baahili radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ، لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ »

“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat, serta semua makhluk di langit dan di bumi, sampai semut dalam lubangnya dan ikan (di lautan), benar-benar bershalawat/mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan (ilmu agama) kepada manusia”

Kebaikan akhlak manusia adalah cakupan yang sangat luas yang dirasakan oleh semua mahluk bahkan kaitannya dengan Allah Subhanahu wata’ala.

Akhlak Rasulullah kepada Allah Subhanahu wata’ala, hal ini merupakan puncak implementasi cinta kepada Allah, yaitu diantaranya menjaga nilai-nilai ketauhidan kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Perintah pertama adalah mentauhidkan Allah dan larangan pertama adalah larangan untuk menserikatkan Allah. Puncak keluhuran adalah ketika manusia menjaga akhlaknya kepada Allah dan ini telah dicontohkan oleh Rasulullah tentang bagaimana interaksi beliau kepada Allah. Yang lahir dan batin semua sejalan dengan tuntunan dan pengagungan kepada Allah.

Sebagaimana dalam QS. An-Najm: 17

مَا زَاغَ ٱلْبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ

Artinya: Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.

Dalam buku ini penulis mencertikan bagaimna akhlak Rasulullah di hadapan Allah. Rasulullah tidak berpaling dan hanya mengagungkan Allah semata. Rasulullah berada di tempat mahluk paling mulia, namun Rasulullah tidak melihat kepada yang lain. Beliau dengan penulisannya berada dihadapan Allah memuliakan Allah dengan sebenar benarnya kemuliaan.

Diantara kemuliaan akhlak Rasulullah  juga disebutkan dalam buku ini yaitu kesempurnaan rasa malu Rasulullah kepada Allah, malu adalah salah satu cabang dari keimanan. Rasulullah adalah seorang yang sangat pemalu, pemalu dari seorang gadis perawan yang bersembunyi dibalik hijabnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اَلْـحَيَاءُلاَيَأْتِيْإلاَّبِخَيْرٍ

“Malu tidak mendatangkan sesuatu kecuali kebaikan.” (HR. Bukhari & Muslim)

Keimanan itu tidak mendatangkan kecuali kebaikan, rasa malu outputnya adalah kebaikan.

Pernah Rasulullah sholat sampai kakinya bengkak. Saat beliau ditanya oleh istrinya kenapa kakinya bengkak ya Rasulullah?. Rasulullah menjawab, Wahai Aisyah, bukankah seharusnya aku menjadi hamba yang banyak bersyukur. Dan inilah rasa malu yang menentukan kebaikan, menempatkan rasa malu pada tempatnya. Bukan malu saat diajak belajar mengaji, ini adalah malu yang tidak dibenarkan.

Rasulullah pun beristighfar kepada Allah dalam setiap kesempatan minimal 100x, Rasulullah senantiasa berdzikir kepada Allah dalam setiap kesempatan. ABG bentuk implementasi dalam keadaan berdiri, duduk.

Saat kita berbicara tentang kebaikan Rasulullah maka tidak akan ada habisnya. Intinya adalah bagaimana kita menjaga ketauhidan kita kepada Allah. Menjaga kemurnian aqidah, meninggalkan semua bentuk kesyirikan kepada Allah Subahanahu Wata’ala. Dan yang lain adalah menjaga ketaatan kita kepada Allah, menjalankan perintahnya dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah

Mamuju, 3 Ramadhan 1440 H

Ditulis oleh : Agus Sapto Widodo

Diedit oleh  : Abu Muadz Ashriady

Categories
Artikel

Seri Ceramah Tarawih 2: Akhlak Manusia Teragung

Oleh:

Amiruddin, S.Pd.I., M.Pd.I

Aku telah membaca kehidupan Rasul Islam dengan baik berkali-kali, dan aku tidak menemukan kecuali akhlak-akhlak luhur yang semestinya dan aku sangat berharap Islam menjadi jalan bagi dunia (Filsuf Inggris)

Sebuah buku yang memperlihatkan potret kehidupan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, ketika membaca buku ini seolah-olah kita merasakan langsung isi buku tersebut. Diutusnya Rasullulah Shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan nikmat yang besar. Sosok Rasulullah jika dilihat dari literatur yang ada, baik buku bahasa Arab maupun bahasa indonesia, maka semua akan menjelaskan tentang bagamana sosok Rasulullah tersebut namun itu pun masih belum mewakili semua keistimewaannya.

Rasulullah dari segala sisi beliau patut untuk kita contoh, mulai dari bagaimana ibadah beliau, cara beliau bergaul dengan keluarga, sampai bagaimana ia bergaul dengan orang lain bahkan dengan anak kecil sekalipun. Betapa Rasulullah adalah teladan terbaik ketika ia berinteraksi dengan siapapun, ketika beliau melaksanakan ibadah ia pun menjadi teladan. Saat beliau berinteraksi dengan keluarga pun, menjadi teladan bagi kita di segala kondisi.

Suatu ketika, pernah ada seorang bertanya kepada Rasulullah, tentang kebolehan seorang suami mencium istri di siang hari puasa. Maka Rasulullah menunjuk Maimunah dan mengiyakan boleh. Dalam kondisi peperangan beliau juga bercanda dengan istrinya, Rasulullah pernah berlomba lari dengan Istrinya, dan ketika itu Rasulullah kalah karena tubuh istrinya masih langsing. Juga dalam kondisi lain lomba lari lagi dan karena kondisi badan Aisya radiallahu anha pada saat itu sudah gemuk maka Aisya dikalahkan oleh Rasulullah.

Dalam keluarga beliau adalah pemimpin, sebagai Rasul Allah beliau juga berperan sebagai kepala keluarga, namun ia tetap membantu istrinya menjahit bajunya sendiri saat ada yang robek. Pada banyak kesempatan beliau memberikan hak-hak pada keluarganya, saat Bulan Ramadhan pun ia tetap memperhatikan dirinya.

Rasulullah pernah makan bersama anak kecil, saat itu Rasulullah menegur anak kecil tersebut karena makan dengan menggunakan tangan kiri. Tetapi cara menegurnya dengan sangat lembut:

{ يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ }

“Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR Bukhari no. 5376 dan Muslim 2022)

Dengan ungkapan yang lembut itu anak-anak tersebut tidak lari justru ingin mendengarkan kembali penyampain berikutnya. Sekiranya saat itu Rasulullah menyampaikan dengan keras maka bisa jadi anak itu lari dan tidak lagi mau mendengar wejangan Rasulullah.

Rasulullah bahkan pernah dilempari disuatu tempat (Thaif) akan tetapi justru Rasulullah mendoakan mereka. Alhamdulillah berkat doa Rasulullah, lahir dari mereka orang-orang yang metauhidkan Allah.

Apa yang kita dengarkan selama ini, tidak hanya terdapat pada tulisan ulama-ulama kita, bahkan tulisan dari org luar (barat) pun banyak menulis tentang kemuliaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ada beberapa penulis terkemuka  yang telah menulis tentang sosok Rasulullah, diantaranya yaitu:

  1. Orentalis Spanyol

Tidak mungkin kehidupan Muhammad digambarkan dengan sifat lebih biak dari pada apa yang dinyatakan Allah dalam firman-Nya, “dan kami tidak mengutusmu kecuali sebagai Rahmat bagi alam semesta”.

  1. Orentalis dari Italia

“Muhammad yang selalu berpegang pada dasar-dasar ilahiyah adalah laki-laki yang toleransi yang tinggi khususnya pada pengikut-pengikut Agama Zamawi berpegang teguh pada prinsip.

  1. Orentalis Perancis

Muhammad merasakan siksaan dan tekanan namun Muhammad memperlakukan musuhnya dengan lembut dan santun.

  1. Filsuf Inggris

Aku telah membaca kehidupan Rasul Islam dengan baik berkali-kali, dan aku tidak menemukan kecuali akhlak-akhlak luhur yang semestinya dan aku sangat berharap Islam menjadi jalan bagi dunia.

  1. Filsuf Thomas

Sungguh hati orang besar dan berjiwa agung tersebut yang sarat dengan kasih sayang, kebaikan, kelembutan, kemuliaan, kebijaksanaan, penuh kepatutan, dan akal gemilang, pemikiran-pemikiran yang bukan ambisi duniawi, tendensi-tendensi untuk mencari kekuasaan dan kedudukan.

  1. Ahli Sejarah Inggris

Muhammad memiliki keistimewaan berupa kata-katanya yang jelas, Agamanya yang mudah, beliau berhasil mewujudkan pekerjaan-pekerjaan yang mencengankan akal,  sejarah belum mengenal orang yang melakukan perbaikan yang telah membangunkan jiwa, menghidupkan akhlak dan mewujudkan derajat keutamaan dalam waktu yang singkat.

  1. Penyair

Ja’far Al Barasanji dalam syairnya banyak memuji Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Semua mengagungkan Rasulullah, kalau saja orang barat mengakui keRasulan, keagungan akhlak Rasulullah maka kita sebagai umat yang mengaku cinta dan ingin mendapatkan syafaatnya, apakah tidak pantas kita memuliakan beliau dengan mengikuti sunnahnya?. Maka momentum ramadhan ini adalah tempat yang tepat untuk memulai mengamalkan apa yang diperintahkan kepada kita yaitu mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam (Agus Sapto Widodo).

Categories
Artikel

Seri Ceramah Tarawih 1: Hindari 2 Pencuri Amalan di Bulan Ramadhan

Oleh:

Amiruddin, S.Pd.I., M.Pd.I

Dalam surat Al-Baqarah, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ

لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Al- Baqarah Ayat 183).

Ayat ini merupakan ayat diantara rangkaian ayat setelahnya yang berbicara tentang perintah puasa berikut dengan hal-hal yang berkaitan dengan ini.

Alhamdulillah sejak beberapa bulan, setiap kita mungkin sudah melakukan upaya-upaya persiapan dalam rangka meneladani ulama-ulama salaf kita yang telah melakukan persiapan menyambut Ramadhan. Sebagaimana dalam kitab-kitab ulama kita, diantaranya Al Imam Ibnu Rajab Al Hambali dalam kitabnya mengatakan “adalah ulama salaf dahulu menyambut datangnya Ramadhan dengan doa-doa mereka setiap 6 bulan sebelum datangnya ramadhan. Dan 6 bulan berikutnya mereka berdoa agar amaliah ramadhannya diterima oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Setiap kita telah banyak berdoa dan berharap dipertemukan dengan ramadhan tahun ini. Alhamdulillah Allah menakdirkan kita mendapati itu, Allah kembali memilih kita setelah tahun-tahun sebelumnya kita juga adalah orang-orang pilihan Allah. Malam ini, Allah kembali memilih kita. Pilihan Allah ini oleh karena Allah menginginkan kebaikan pada kita, Allah menginginkan tahun ini lagi-lagi termasuk orang yang akan berkompetisi, berlomba-lomba mengisi siang dan malam dari Bulan Suci Ramadhan ini.

Perlu dihindari hal-hal yang bisa mengurangi kualitas puasa kita, ada istilah pencuri-pencuri amalan. Pada Bulan Suci Ramadhan syaitan-syaitan dibelenggu akan tetapi pencuri-pencuri amalan tidak dibelenggu kecuali dengan upaya maksimal untuk kemudian kita membelenggu pencuri-pencuri itu. Terlebih lagi makna dibelenggunya syaitan dalam hadist tersebut yaitu salah satunya bermakna manusia itu sendiri berusaha menutupi kemungkinan-kemungkinannya melakukan kelalaian-kelalaian itu.

Demi maksimalnya amalan sholeh kita di Bulan Ramadhan mari kita maksimalkan menghindari pencuri-pencuri amalan sholeh. Pertama adalah Handpone kita, inilah pencuri yang pertama dan utama pada Bulan Suci Ramadhan yang kita harus punya strategi jitu bagaimana mampu mengatasinya.

Tulisan-tulisan kita di dunia maya, apakah itu mengandung ujaran kebencian, mengandung konten hoaks atau yang lainnya. Kalau kita tidak bisa puasa dengan Handpone kita atau menutup akun-akun kita selama Bulan Suci Ramadhan, jika semua kita mau ikuti atau semua status diupdate maka luar biasa waktu kita akan tersita.

Kedua adalah televisi diantara pencuri amal sholeh, bukan hanya bagi anak-anak, anggota keluarga lain akan tetapi minimal terlihat oleh kita jika terdapat televisi di rumah. Karena itu, tayangan-tayangan televisi ini perlu dimanaj dengan baik selama Bulan Ramadhan jika memang belum bisa dihilangkan. Akan tetapi jika televisi ini bisa diistirahatkan untuk diputar di rumah, maka itu sungguh jauh lebih baik (Abu Muadz).

Categories
Berita

Ramadhan Bulan Perjuangan dan Pengorbanan

Mamuju (wahdahmamuju.or.id) – Departemen Kaderisasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Mamuju (04/05/2019) menggelar Tarbiyah Gabungan dengan tema “Ramadhan Bulan Perjuangan dan Pengorbanan”. Kegiatan ini bertempat di markas dakwah DPD Wahdah Islamiyah Mamuju, Jalan Musa Karim Mamuju.

Ketua Departemen Kaderisasi DPD Wahdah Islamiyah Mamuju, Ustadz Muhammad Ali, S.HI dalam pengarahannya menyampaikan tentang pentingnya kegiatan ini dilakukan. Menurutnya program ini bertujuan untuk saling mengingatkan tentang keutamaan Bulan Ramadhan.

Kegiatan ini diprogramkan, awalnya untuk marhalah takwiniyah saja namun berdasarkan arahan dari Asatidzah, program ini penting untuk semua marhalah dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan. Selain itu, alumni STIBA Makassar ini membeberkan tentang beberapa program selama Bulan Ramadhan di Masjid Markas Dakwah Wahdah Islamiyah Mamuju.

“Insya Allah di Masjid Al Ihsan ini akan dimeriahkan dengan Amaliah Ramadhan, shalat tarawih 1 juz 1 malam. Alhamdulillah imamnya telah ada di tengah-tengah kita”, ujarnya.

Beliau menghimbau bahwa program Tarbiyah yang selama ini berjalan setiap pekan diharapkan tetap berjalan minimal 1 kali atau maksimal 2 kali selama Bulan Ramadhan. Himbauan ini disampaikan secara khusus kepada para Murabbi (Ustadz yang membawakan materi tarbiyah) agar program ini dilakukan untuk mengevaluasi keadaan para Mutarabbi (peserta tarbiyah) selama Ramadhan.

Sementara itu, Ustadz Fajaruddin Djarir, SE dalam menyampaikan tausiyahnya tentang Keutamaan Bulan Ramadhan dihadapan para kader menekankan tentang pentingnya mengisi Bulan Ramadhan ini dengan penuh kesungguhan (mujahadah) dan pengorbanan.

Wakil Ketua DPD Wahdah Islamiyah Mamuju ini mengajak kepada kader untuk menjadikan ramadhan ini sebagai ladang-ladang pahala. Orang yang memiliki pengorbanan yang besar juga akan mendapatkan pahala yang banyak dari Allah Subhanahu wata’ala.

“Lembaga ini telah membuka sarana-sarana untuk banyak berbuat kebaikan selama Bulan Ramadhan, maka dari itu mari kita manfaatkan kesempatan ini, tambahnya”.

Diakhir kegiatan ini ditutup dengan sosialisasi program LAZIS Wahdah Mamuju dan penguatan dari Ketua DPD Wahdah Islamiyah Mamuju tentang pentingnya jihadul mal (jihad dengan menggunakan harta) di Bulan Ramadhan ini (Humas WI_Mamuju: Abu Muadz).

Categories
Berita

Tamatkan 170 siswa, TK/KB IT Wildan Mamuju Gelar Acara Penamatan

Mamuju — Sekolah Islam Terpadu Wildan Mamuju menggelar acara penamatan siswa TK/KB, Rabu (01/05/2019). Kegiatan ini bertempat di gedung pemuda, Jalan Ahmad Kirang Mamuju.

Adapun jumlah siswa yang ditamatkan sekolah yang beralamat di Jalan Musa Karim ini sebanyak 170 orang. 131 Murid yang menamatkan Pendidikan TK dan 39 Murid yang menamatkan Pendidikan KB.

Selain dihadiri oleh orang tua murid, Ayah dan Bunda yang mendampingi wisudawan dan wisudawati cilik ini juga dihadiri oleh Pengurus DPD Wahdah Islamiyah Mamuju, Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kecamatan Mamuju serta Ketua Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah (YPWI) Mamuju.

Dalam sambutannya, Ketua YPWI Mamuju, Irwanto, S.IP menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga yang telah bekerjasama dan berkoordinasi dengan baik sehingga proses pendidikan di TK/KB IT Wildan dapat berjalan dengan baik. Selain itu beliau juga menyampaikan terima kasih banyak kepada para orang tua yang telah berkenan menitipkan anaknya di TK/KB IT Wildan Mamuju.

Ketua Yayasan menambahkan bahwa peran guru dalam mendidik anak-anak di sekolah perlu dibantu oleh para orang tua di rumah. Maka dari itu perlu sinergisitas dan koordinasi yang baik antara orang tua dengan guru di sekolah.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kecamatan Mamuju, Rukman, S.Pd mengapresiasi kegiatan penamatan yang digelar oleh TK/KB IT Wildan ini. Menurutnya tidak semua sekolah TK di Mamuju mengadakan kegiatan penamatan seperti ini, hanya beberapa sekolah saja termasuk Wildan Mamuju.

Berdasarkan pantauan redaksi wahdahmamuju.or.id, kegiatan penamatan ini begitu meriah dengan tampilan-tampilan Murid di sela-sela sambutan. Acara pembukaan dimulai dengan pembacaan Surah An-Naba, dilanjutkan dengan beberapa tampilan lainnya yang membuat para undangan terutama orang tua terkesima dan bangga dengan tampilan buah hati mereka (Humas WI Mamuju_Abu Muadz).

Categories
Berita

Kabid Pendaki Kemenag Sulbar: Kehadiran Wahdah Islamiyah Menginspirasi Kualitas Keimanan Ummat

“Secara internal semua muslim bersaudara; NU, Muhammadiyah, Wahdah adalah organisasi yang secara internal adalah satu, adapun secara external kita lakum diinukum wa liya diin

Mamuju – Sebagai rangkaian dari kegiatan kunjungan dan sosialisasi V Dewan Syariah Wahdah Islamiyah di Sulawesi Barat, Ahad (7/04/2019) digelar kegiatan Konsultasi Akbar yang diperuntukkan untuk kaum muslimin di Propinsi Sulawesi Barat dan Masyarakat Mamuju pada khususnya.

Kegiatan ini bertempat di Lantai IV Aula Kantor Gubernur Sulawesi Barat. Sejak jam 08.00 pagi, berbondong-berbondong kaum muslimin dan muslimat memadati kantor gubernur. Berdasarkan laporan Panitia Pelaksana, kegiatan ini dihadiri hampir 1.000 orang dari berbagai kalangan dan usia.

Pengurus Dewan Syariah Wahdah Islamiyah membuka kesempatan kepada masyarakat untuk mengajukan pertanyaan baik yang berhubungan dengan perkara aqidah, muamalah, ibadah, atau permasalahan-pemasalahan lainnya. Adapun jumlah asatidzah dari Dewan Syariah Wahdah Islamiyah yang sempat hadir yaitu sebanyak 9 orang yaitu Ustadz Dr. H. Ahmad Hanafi, Lc., MA, Ustadz H. Harman Tajang, Lc., M.HI, Ustadz H. Ayyub Subandi, Lc, Ustadz H. Fadhlan Akbar, Lc., M.HI, Ustadz Ronny Mahmuddin, Lc., MA., M.Pd.I., Ustadz Muhammad Nirwan Idris, Lc., M.HI., Ustadz H. Sirajuddin Qasim, Lc, Ustadz Syandri Sya’ban, Lc., M.Ag, Ustadz Asri Muh. Shaleh, Lc., MA.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pendaki) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, H. Ahmad Barambangi, S.Ag., MA yang hadir dalam acara pembukan kegiatan ini menasehatkan tentang pentingnya menjaga persatuan ummat.

“Secara internal, semua muslim bersaudara, NU, Muhammadiyah, Wahdah adalah organisasi yang secara internal adalah satu, adapun secara external kita lakum diinukum wa liya diin

Sebagai perwakilan Kemenag Sulawesi Barat, H. Ahmad merasa bersyukur dengan kehadiran Ormas Wahdah Islamiyah, karena telah mampu memberikan inspirasi dan mengilhami kualitas keimanan ummat.

Kabid Pendaki Kemenag Sulbar ini berpesan kepada segenap pengurus Wahdah Islamiyah bahwa organisasi hebat itu bukan karena memiliki banyak yang tidak dimiliki organisasi lain akan tetapi karena memiliki karakter. Oleh karena itu, Wahdah jangan pernah ragu menunjukkan eksistensinya.

“Mari tingkatkan kerjasama dan sinergitas dengan pemerintah, membangun komunikasi sosial kepada masyarakat. Kita tidak boleh menutup diri, harus membuka diri sehingga apa yang disampaikan dapat diterima baik oleh masyarakat, tambahnya (Humas WI_Mamuju: Abu Muadz).

Categories
Berita

Kunjungan Dewan Syariah V, Diterima Antusias Kader Wahdah Sulawesi Barat

Wakil Ketua Dewan Syar’iah memaparkan bahwa Pengurus Dewan Syari’ah Wahdah Islamiyah terdiri dari 5 komisi yaitu Komisi Aqidah, Komisi Ibadah, Komisi Muamalah, Komisi Usrah & Ukhuwah, dan Komisi Rukyat & Falakiyah. Dimana setiap komisi ini memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Mamuju — Keberadaan dewan syari’ah pada sebuah lembaga Islam memiliki peran yang sangat strategis. Wahdah Islamiyah sebagai sebagai salah satu Ormas Islam juga menganggap keberadaan dewan syari’ah sebagai hal yang mendasar.

Wahdah Islamiyah memandang peran Dewan syariah secara langsung akan berada pada garda terdepan dalam setiap persoalan berkaitan dengan syariah baik dalam lingkup Wahdah Islamiyah maupun permasalahan-permasalahan syari’ah yang ada di tengah masyarakat. Tentu hal ini membutuhkan respon untuk diberikan solusi atau jawaban dari setiap permasalahan yang ada tersebut.

Kegiatan sosialisasi (06/04/2019) yang bertempat di aula Kantor Gubernur Sulawesi Barat ini dimaknai sebagai ajang sosialisasi kepada kader tentang tugas-tugas yang berkenaan dengan Dewan Syar’iah. Program ini merupakan yang ke V, setelah sebelumnya dilakukan di beberapa daerah di Sulawesi Selatan.

Sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Dewan Syar’iah Wahdah Islamiyah, Ustadz Dr. Ahmad Hanafi, Lc., MA ini disambut antusias oleh ratusan kader Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat. Nampak peserta yang cukup memadati aula kantor gubernur lantai II dan III, peserta tersebut berasal dari Kabupaten Mamuju, Majene, Polewali, Mamasa, Mamuju Tengah dan Pasangkayu.

Wakil Ketua Dewan Syar’iah memaparkan bahwa Pengurus Dewan Syari’ah Wahdah Islamiyah terdiri dari 5 komisi yaitu Komisi Aqidah, Komisi Ibadah, Komisi Muamalah, Komisi Usrah & Ukhuwah, dan Komisi Rukyat & Falakiyah. Dimana setiap komisi ini memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Kegiatan ini Insya Allah akan dilanjutkan hari Ahad (7/04/2019) dengan agenda Konsultasi Akbar. Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum, diberikan kesempatan kepada kaum muslimin di wilayah Sulawesi Barat untuk mengajukan pertanyaan. Pertanyaan yang diajukan bisa mengenai permasalahan aqidah, ibadah, muamalah, atau permasalahan-permasalahan lainnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Ketua Panitia Pelaksana kegiatan ini, Ustadz Muhammad Ali, SH.i, bentuk pertanyaan yang dibuka ada tiga jenis, yaitu melalui online, melalui catatan kertas dan pertanyaan langsung. Adapun pertanyaan online telah dibuka beberapa hari lalu, hal ini dilakukan tidak lain agar memudahkan masyarakat untuk menyampaikan pertanyaannya kepada Dewan Syar’iah (Humas WI_Mamuju: Abu Muadz).

Categories
Berita

Lazis Wahdah Mamuju Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

Mamuju – Bangun kepedulian terhadap sesama, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah (LAZIS) Wahdah Mamuju menyalurkan bantuan sembako dan makanan siap saji kepada warga yang tertimpa musibah banjir di beberapa titik, Jumat (01/03/19).

 

Ketua Lazis Wahdah Mamuju Bakri., S.Kep mengatakan, untuk tahap pertama ini pihaknya mengutamakan bantuan berupa makanan siap saji untuk warga yang terdampak banjir yang saat ini tengah membersihkan rumah mereka pasca banjir.

Selain itu, Tim Lazis Wahdah juga telah menerjunkan personil ke Desa Pokkang sebagai titik daerah terparah. “Sebagian relawan Lazis Wahdah juga sudah kita terjunkan ke Desa Pokkang berserta bantuan sembako dan makanan siap saji, semoga dapat membantu ummat disana pasca banjir”, jelas Bakri

Sejak hari ini, Tim Lazis Wahdah Mamuju resmi membuka penggalangan bantuan dari kaum muslimin khususnya simpatisan dan kader Wahdah Islamiyah Mamuju. “Posko resmi kita buka hari ini, Insya Allah setelah data dari DPC Wahdah Islamiyah Kalukku sudah rampung, kami rencanakan menyalurkan bantuan tahap kedua yang disesuaikan kebutuhan warga”, tuturnya.

Bakri juga mengakui bantuan yang mereka salurkan masih sangat terbatas lantaran minimnya donasi yang dikelola, sehingga ia berharap kepeduliaan ummat menyalurkan donasinya melalui Lazis Wahdah. “Donasi dapat disalurkan langsung ke posko Lazis Wahdah di kompleks SD IT Wildan Mamuju, donasi bisa berupa pakaian layak pakai, sembako dan air mineral”, tutup Bakri (Laporan: Ali Akbar).

Categories
Berita

Lazis Wahdah Kembali Salurkan Bantuan di Kalukku, Hari Ke 2 Pasca Banjir

Mamuju – Sampai saat ini kondisi sejumlah warga yang tertimpa musibah banjir di Kecamatan Kalukku masih membutuhkan bantuan dan kepedulian. Sejak hari pertama, pemerintah juga telah membangun dapur umum dan melakukan upaya pemulihan.

Bersama dengan berbagai elemen masyarakat di Kota Mamuju, keluarga besar Wahdah Islamiyah Mamuju melalui Tim Lazis Wahdah dan Tim Muslimah Wahdah juga ikut ambil bagian aksi peduli banjir Mamuju.

Hari kedua pasca banjir tim Lazis Wahdah Mamuju kembali mendatangi sejumlah warga yang tertimpa musibah banjir di Kecamatan Kalukku (02/03/19).

Ketua Lazis Wahdah Mamuju, Bakri mengatakan bahwa hari kedua ini timnya kembali turun lapangan menyalurkan bantuan. Bantuan kedua ini berupa makanan siap saji dan air mineral beserta sumbangan pakaian.

Bakri juga mengatakan “posko Lazis Wahdah Mamuju masih membuka kesempatan kepada kaum muslimin yang hendak menyalurkan donasinya melalui Posko Lazis Wahdah yang beralamat di Jl. Musa Karim Komp. SD IT Wildan Mamuju”.

“Sambil melakukan penggalangan kami juga terus melakukan penyaluran agar donasi ummat bisa langsung dimanfaatkan oleh saudara kita yang membutuhkan”. Terang Bakri.

Saat ini, kondisi dan aktivitas warga korban yang tertimpa musibah banjir perlahan mulai membaik. Meskipun terdapat beberapa warga yang kehilangan rumah akibat longsor dan terjangan  banjir.

Berdasarkan hasil pantauan Tim Lazis Wahdah Mamuju di lapangan, akibat terjangan banjir tercatat puluhan anak yang kehilangan seragam dan peralatan sekolah. Tutup Bakri (ali akbar: Humas WI_Mamuju).