Home / Artikel / Seri Ceramah Tarawih 1: Hindari 2 Pencuri Amalan di Bulan Ramadhan

Seri Ceramah Tarawih 1: Hindari 2 Pencuri Amalan di Bulan Ramadhan

Oleh:

Amiruddin, S.Pd.I., M.Pd.I

Dalam surat Al-Baqarah, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ

لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Al- Baqarah Ayat 183).

Ayat ini merupakan ayat diantara rangkaian ayat setelahnya yang berbicara tentang perintah puasa berikut dengan hal-hal yang berkaitan dengan ini.

Alhamdulillah sejak beberapa bulan, setiap kita mungkin sudah melakukan upaya-upaya persiapan dalam rangka meneladani ulama-ulama salaf kita yang telah melakukan persiapan menyambut Ramadhan. Sebagaimana dalam kitab-kitab ulama kita, diantaranya Al Imam Ibnu Rajab Al Hambali dalam kitabnya mengatakan “adalah ulama salaf dahulu menyambut datangnya Ramadhan dengan doa-doa mereka setiap 6 bulan sebelum datangnya ramadhan. Dan 6 bulan berikutnya mereka berdoa agar amaliah ramadhannya diterima oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Setiap kita telah banyak berdoa dan berharap dipertemukan dengan ramadhan tahun ini. Alhamdulillah Allah menakdirkan kita mendapati itu, Allah kembali memilih kita setelah tahun-tahun sebelumnya kita juga adalah orang-orang pilihan Allah. Malam ini, Allah kembali memilih kita. Pilihan Allah ini oleh karena Allah menginginkan kebaikan pada kita, Allah menginginkan tahun ini lagi-lagi termasuk orang yang akan berkompetisi, berlomba-lomba mengisi siang dan malam dari Bulan Suci Ramadhan ini.

Perlu dihindari hal-hal yang bisa mengurangi kualitas puasa kita, ada istilah pencuri-pencuri amalan. Pada Bulan Suci Ramadhan syaitan-syaitan dibelenggu akan tetapi pencuri-pencuri amalan tidak dibelenggu kecuali dengan upaya maksimal untuk kemudian kita membelenggu pencuri-pencuri itu. Terlebih lagi makna dibelenggunya syaitan dalam hadist tersebut yaitu salah satunya bermakna manusia itu sendiri berusaha menutupi kemungkinan-kemungkinannya melakukan kelalaian-kelalaian itu.

Demi maksimalnya amalan sholeh kita di Bulan Ramadhan mari kita maksimalkan menghindari pencuri-pencuri amalan sholeh. Pertama adalah Handpone kita, inilah pencuri yang pertama dan utama pada Bulan Suci Ramadhan yang kita harus punya strategi jitu bagaimana mampu mengatasinya.

Tulisan-tulisan kita di dunia maya, apakah itu mengandung ujaran kebencian, mengandung konten hoaks atau yang lainnya. Kalau kita tidak bisa puasa dengan Handpone kita atau menutup akun-akun kita selama Bulan Suci Ramadhan, jika semua kita mau ikuti atau semua status diupdate maka luar biasa waktu kita akan tersita.

Kedua adalah televisi diantara pencuri amal sholeh, bukan hanya bagi anak-anak, anggota keluarga lain akan tetapi minimal terlihat oleh kita jika terdapat televisi di rumah. Karena itu, tayangan-tayangan televisi ini perlu dimanaj dengan baik selama Bulan Ramadhan jika memang belum bisa dihilangkan. Akan tetapi jika televisi ini bisa diistirahatkan untuk diputar di rumah, maka itu sungguh jauh lebih baik (Abu Muadz).

About admin wahdah mamujiu

Check Also

Apakah Virus Corona Merupakan Tha’un?

Pertanyaan: Apakah virus corona merupakan tha’un dan bagaimana dengan hadits di setiap pintu Madinah terdapat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *