Home / Artikel / Seri Ceramah Tarawih 11: Sikap Lemah Lembut Nabi Shallallahu ’alaihi Wasallam

Seri Ceramah Tarawih 11: Sikap Lemah Lembut Nabi Shallallahu ’alaihi Wasallam

Oleh:

Muhammad Yamin Saleh, SH., M.AP

Wakil Ketua Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat

Mudahkan dan jangan dipersulit, berikan kabar gembira dan jangan kalian membuat orang lari dalam dakwah. Salah satu cara yang terbaik dalam berdakwah adalah dengan menyertakan sikap kelemahlembutan dalam berdakwah.

Salah satu yang dilontarkan oleh musuh-musuh Islam adalah mereka mencitrakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebarkan Islam dengan kekerasan, dengan peperangan, dengan pedang sehingga yang tercitra adalah islam ini sebagai Agama keras. Tuduhan-tuduhan tentang radikalisme itu bukanlah perkara baru tetapi dari dahulu, hanya warisan-warisan jahiliyah yang terus dikembangkan hingga sekarang.

Padahal Allah Subahanahu Wata’ala berfirman,

وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ

Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107)

Konsep utama dakwah itu adalah menyebarkan rahmah, kasih sayang ke tengah-tengah manusia, diseluruh penjuru dunia. Maka tidak mungkin dakwah kasih sayang itu akan berhasil disebarkan dengan cara-cara kekerasan.

Bagaimana kelemahlembutan Rasulullah dalam berdakwah.

Dakwah ini adalah tugas utama kita di dalam kehidupan ini, dia adalah ciri yang dilekatkan Allah Subahanhu wata’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada oranag-orang yang mengaku pengikut Rasulullah, sebagaimana Allah Subahanahu Wata’ala berfirman,

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي

Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata,”… (QS. Yusuf: 108)

Apa tujuan dakwah adalah bagaimana mengajak sebanyak-banyaknya orang kepada penyembahan kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Dakwah dihiasi oleh perkara-perkara yang disukai oleh manusia, salah satunya adalah kelembutan, hikmah. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman,

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik…” (QS. An-Nahl: 125)

Kebaikan serta sikap kita terhadap dakwah dibaratkan permata emas dengan pembungkusnya, jika pembungkusnya menarik, baik, indah maka orang akan tertarik untuk membukanya. Jika pembungkusnya kurang menarik maka tentu akan membuat orang tertarik dengan yang bukan kebaikan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Mudahkan dan jangan dipersulit, berikan kabar gembira dan jangan kalian membuat orang lari dalam dakwah. Salah satu cara yang terbaik dalam berdakwah adalah dengan menyertakan sikap kelemahlembutan dalam berdakwah, sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا

Permudahlah dan jangan persulit, berilah kabar gembira dan jangan buat mereka lari.(Muttafaq ‘Alaih)

Salah satu cara yang terbaik dalam berdakwah adalah dengan menyertakan kelemahlembutan dalam berdakwah sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّالرِّفْقَ لاَيَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَ عُ مِنْ شَيءٍ إِلاَّ شَانَهُ

“Sungguh, segala sesuatu yang dihiasi kelembutan akan nampak indah. Sebaliknya, tanpa kelembutan segala sesuatu akan nampak jelek” (HR. Muslim no. 2594)

Kelemahlembutan kita dalam dakwah akan semakin memperindah tampilan dakwah itu, tetapi ketika mencabut kelemahlembutan dari dakwah maka dakwah itu akan menjadi sesuatu yang menakutkan, tidak lagi menjadi pemberi kabar gembira tetapi justru membuat orang lari dari dakwah.

Maka Allah Subhanahu Wata’ala di dalam memperlakukan kita juga dengan lemah lembut sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيْقٌ يُحِبُ الرِّفْقَ وَيُعْطِى عَلَى الرِّفْقِ

Wahai Aisya sesungguhnya Allah Subhanu Wata’ala itu adalah lemah lembut dan sangat menyukai kelembutan (HR. Muslim no. 2593)

Kelemahlembutan harus diberikan kepada orang-orang yang menerima dakwah itu karena tabiat manusia itu lebih suka menyelisihi orang yang musuhi. Jika kita datang dengan cara yang tidak baik maka orang tidak akan menyukai kita, ketika kita tidak disukai oleh orang maka tabiat manusia itu adalah menyelisihi apa yang dia tidak sukai.

Kalau orang mengidolakan seseorang secara berlebihan, maka hilang akalnya. Makanya pelaku-pelaku dakwah itu sebelum dikenal dakwahnya, dia harus dicintai oleh orang dengan dakwahnya.

Kedua, secara asal tidak ada orang yang ingin diperlakukan secara kasar, kata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, datanglah kepada orang sebagaimana kita didatangi dengan cara yang kita sukai. Kelemahlembutan adalah sikap yang tidak bisa dipisahkan dari dakwah begitu juga dengan Rasullullah, banyak kisa yang ditunjukkan Rasulullah dalam berdakwah.

Anas bin Malik mengatakan bahwa saya menemani Rasulullah sejak usia 10 tahun, saya tidak pernah mendapatkan Rasulullah marah ketika mendapatkan saya melakukan perbuatan yang beliau tidak sukai.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berlemahlembut kepada seorang Arab Badui yang datang kencing ke Masjid. Setelah selesai kencing, Rasullullah menyuruh para sahabat untuk menyiram kencing tersebut dengan air kemudian orang tersebut dinasehati.

 

Mamuju, 11 Ramadhan 1440 H

Ditulis oleh : Abu Muadz Ashriady

About admin wahdah mamujiu

Check Also

Apakah Virus Corona Merupakan Tha’un?

Pertanyaan: Apakah virus corona merupakan tha’un dan bagaimana dengan hadits di setiap pintu Madinah terdapat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *