Home / Artikel / Seri Ceramah Tarawih 2: Akhlak Manusia Teragung

Seri Ceramah Tarawih 2: Akhlak Manusia Teragung

Oleh:

Amiruddin, S.Pd.I., M.Pd.I

Aku telah membaca kehidupan Rasul Islam dengan baik berkali-kali, dan aku tidak menemukan kecuali akhlak-akhlak luhur yang semestinya dan aku sangat berharap Islam menjadi jalan bagi dunia (Filsuf Inggris)

Sebuah buku yang memperlihatkan potret kehidupan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, ketika membaca buku ini seolah-olah kita merasakan langsung isi buku tersebut. Diutusnya Rasullulah Shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan nikmat yang besar. Sosok Rasulullah jika dilihat dari literatur yang ada, baik buku bahasa Arab maupun bahasa indonesia, maka semua akan menjelaskan tentang bagamana sosok Rasulullah tersebut namun itu pun masih belum mewakili semua keistimewaannya.

Rasulullah dari segala sisi beliau patut untuk kita contoh, mulai dari bagaimana ibadah beliau, cara beliau bergaul dengan keluarga, sampai bagaimana ia bergaul dengan orang lain bahkan dengan anak kecil sekalipun. Betapa Rasulullah adalah teladan terbaik ketika ia berinteraksi dengan siapapun, ketika beliau melaksanakan ibadah ia pun menjadi teladan. Saat beliau berinteraksi dengan keluarga pun, menjadi teladan bagi kita di segala kondisi.

Suatu ketika, pernah ada seorang bertanya kepada Rasulullah, tentang kebolehan seorang suami mencium istri di siang hari puasa. Maka Rasulullah menunjuk Maimunah dan mengiyakan boleh. Dalam kondisi peperangan beliau juga bercanda dengan istrinya, Rasulullah pernah berlomba lari dengan Istrinya, dan ketika itu Rasulullah kalah karena tubuh istrinya masih langsing. Juga dalam kondisi lain lomba lari lagi dan karena kondisi badan Aisya radiallahu anha pada saat itu sudah gemuk maka Aisya dikalahkan oleh Rasulullah.

Dalam keluarga beliau adalah pemimpin, sebagai Rasul Allah beliau juga berperan sebagai kepala keluarga, namun ia tetap membantu istrinya menjahit bajunya sendiri saat ada yang robek. Pada banyak kesempatan beliau memberikan hak-hak pada keluarganya, saat Bulan Ramadhan pun ia tetap memperhatikan dirinya.

Rasulullah pernah makan bersama anak kecil, saat itu Rasulullah menegur anak kecil tersebut karena makan dengan menggunakan tangan kiri. Tetapi cara menegurnya dengan sangat lembut:

{ يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ }

“Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR Bukhari no. 5376 dan Muslim 2022)

Dengan ungkapan yang lembut itu anak-anak tersebut tidak lari justru ingin mendengarkan kembali penyampain berikutnya. Sekiranya saat itu Rasulullah menyampaikan dengan keras maka bisa jadi anak itu lari dan tidak lagi mau mendengar wejangan Rasulullah.

Rasulullah bahkan pernah dilempari disuatu tempat (Thaif) akan tetapi justru Rasulullah mendoakan mereka. Alhamdulillah berkat doa Rasulullah, lahir dari mereka orang-orang yang metauhidkan Allah.

Apa yang kita dengarkan selama ini, tidak hanya terdapat pada tulisan ulama-ulama kita, bahkan tulisan dari org luar (barat) pun banyak menulis tentang kemuliaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ada beberapa penulis terkemuka  yang telah menulis tentang sosok Rasulullah, diantaranya yaitu:

  1. Orentalis Spanyol

Tidak mungkin kehidupan Muhammad digambarkan dengan sifat lebih biak dari pada apa yang dinyatakan Allah dalam firman-Nya, “dan kami tidak mengutusmu kecuali sebagai Rahmat bagi alam semesta”.

  1. Orentalis dari Italia

“Muhammad yang selalu berpegang pada dasar-dasar ilahiyah adalah laki-laki yang toleransi yang tinggi khususnya pada pengikut-pengikut Agama Zamawi berpegang teguh pada prinsip.

  1. Orentalis Perancis

Muhammad merasakan siksaan dan tekanan namun Muhammad memperlakukan musuhnya dengan lembut dan santun.

  1. Filsuf Inggris

Aku telah membaca kehidupan Rasul Islam dengan baik berkali-kali, dan aku tidak menemukan kecuali akhlak-akhlak luhur yang semestinya dan aku sangat berharap Islam menjadi jalan bagi dunia.

  1. Filsuf Thomas

Sungguh hati orang besar dan berjiwa agung tersebut yang sarat dengan kasih sayang, kebaikan, kelembutan, kemuliaan, kebijaksanaan, penuh kepatutan, dan akal gemilang, pemikiran-pemikiran yang bukan ambisi duniawi, tendensi-tendensi untuk mencari kekuasaan dan kedudukan.

  1. Ahli Sejarah Inggris

Muhammad memiliki keistimewaan berupa kata-katanya yang jelas, Agamanya yang mudah, beliau berhasil mewujudkan pekerjaan-pekerjaan yang mencengankan akal,  sejarah belum mengenal orang yang melakukan perbaikan yang telah membangunkan jiwa, menghidupkan akhlak dan mewujudkan derajat keutamaan dalam waktu yang singkat.

  1. Penyair

Ja’far Al Barasanji dalam syairnya banyak memuji Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Semua mengagungkan Rasulullah, kalau saja orang barat mengakui keRasulan, keagungan akhlak Rasulullah maka kita sebagai umat yang mengaku cinta dan ingin mendapatkan syafaatnya, apakah tidak pantas kita memuliakan beliau dengan mengikuti sunnahnya?. Maka momentum ramadhan ini adalah tempat yang tepat untuk memulai mengamalkan apa yang diperintahkan kepada kita yaitu mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam (Agus Sapto Widodo).

About admin wahdah mamujiu

Check Also

Seri Ceramah Tarawih 18: Santun, Pemaaf & Lapang Dada Nabi Shallallahu ’alaihi Wasallam

Oleh: Fajaruddin Djarir, SE Wakil Ketua Wahdah Islamiyah Mamuju Di tengah-tengah istri Nabi Shallallahu ‘alaihi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *